Kode dan Nomor Faktur Pajak

Contoh Kode dan nomor Faktur Pajak adalah sebagai berikut :

A (dua Digit) :  Kode Transaksi, dengan peraturan sebagai berikut

Kode Transaksi

Digunakan Untuk

01

Penyerahan kepada selain Pemungut PPN

02

Penyerahan kepada Pemungut PPN Bendahara Pemerintah

03

Penyerahan kepada Pemungut PPN Lainnya (selain Bendahara Pemerintah

04

Penyerahan yang menggunakan DPP Nilai Lain kepada selain Pemungut PPN

05

Penyerahan yang Pajak Masukannya di Deemed kepada selaian Pemungut PPN

06

Penyerahan Lainnya Kepada Selaian Pemungut PPN

07

Penyerahan yang PPN atau PPN dan PPn BM-nya tidak dipungut kepada selaian Pemungut PPN

08

Digunakan untuk penyerahan yang Dibebaskan dari pengenaan PPN atau PPN dan PPnBM kepada selain pemungut PPN

09

Digunakan untuk penyerahan Aktiva Pasal 16D kepada selaian pemungut PPN

B (satu digit) : Kode Status dengan rincian sebagai berikut :

Kode Status

Digunakan Untuk

0

Faktur Pajak Normal

1

Faktur Pajak Penggantian

C (tiga digit)kode cabang perusahaan penerbit faktur pajak

D (dua digit) : tahun penerbitan faktur pajak

E (delapan digit) : nomor urut faktur pajak
Contoh Pembuatan Faktur Pajak adalah sebagai berikut :

Posted on September 3, 2012, in Berita Pajak, Peraturan Pajak. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: