Daftar Lengkap Tarif PPh Pasal 23 Baru Tahun 2009

a.  sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto atas:

  1. dividen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g;
  2. bunga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf f;
  3. royalti; dan
  4.  hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf e;

 b.  sebesar 2% (dua persen) dari jumlah bruto atas:

  1. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2); dan
  2.  Imbalan sehubungan dengan:
    • jasa teknik,
    • jasa manajemen,
    • jasa konstruksi,
    • jasa konsultan,
    • Jasa penilai (appraisal);
    • Jasa aktuaris;
    • Jasa akuntansi, pembukuan, dan atestasi laporan keuangan;
    • Jasa perancang (design);
    • Jasa pengeboran (drilling) di bidang penambangan minyak dan
    gas bumi (migas), kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap (BUT);
    • Jasa penunjang di bidang penambangan migas;
    • Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas;
    • Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara;
    • Jasa penebangan hutan;
    • Jasa pengolahan limbah;
    • Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services)
    • Jasa perantara dan/atau keagenan;
    • Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga , kecuali yang
    dilakukan oleh Bursa Efek, KSEI dan KPEI;
    • Jasa custodian/penyimpanan /penitipan, kecuali yang dilakukan oleh KSEI;
    • Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara;
    • Jasa mixing film;
    • Jasa sehubungan dengan software computer, termasuk perawatan,
    pemeliharaan dan perbaikan;
    • Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas,
    AC, dan/atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang
    ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau
    sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi;
    • Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin, peralatan, listrik,
    telepon, air, gas, AC, TV kabel, alat transportasi/kendaraan dan/atau
    bangunan, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya
    di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai
    pengusaha konstruksi;
    • Jasa maklon;
    • Jasa penyelidikan dan keamanan;
    • Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer;
    • Jasa pengepakan;
    • Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media masa, media luar
    ruang atau media lain untuk penyampaian informasi;
    • Jasa pembasmian hama;
    • Jasa kebersihan atau cleaning service;
    • Jasa catering atau tata boga.

Dalam hal penerima imbalan sehubungan dengan jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, besarnya tariff pemotongan adalah lebih tinggi 100% (seratus persen) daripada tarif normal

Posted on Juli 19, 2012, in Berita Pajak, Peraturan Pajak. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: